Skip to content
Bedah Anak Bersama dr. Darul Ilham, Sp. B., Subsp.Ped(K)

Bedah Anak Bersama dr. Darul Ilham, Sp. B., Subsp.Ped(K)

Bersama Pulihkan Senyum Anak-Anak Indonesia

  • Layanan
  • Minimal Invasive
  • Colorectal
  • Neonatal Surgery
  • Upper GI Track
  • Bakti Sosial
  • Radiologi
  • Digestive
  • Home
  • Uncategorized
  • Mengenal Atresia Bilier

Mengenal Atresia Bilier

Posted on August 17, 2026August 17, 2026 By darulilham13@gmail.com No Comments on Mengenal Atresia Bilier
Digestive, Hepatobilier, Minimal Invasive, Uncategorized

Mengenal Atresia Bilier

Oleh: dr. Darul Ilham, Sp.B., Subsp.Ped (K)

Apa Itu Atresia Bilier?

Atresia bilier merupakan suatu keadaan dimana saluran empedu tidak dapat mengalirkan cairan empedu dengan baik. Sehingga cairan empedu tidak bisa mengalir dari hati ke usus. Apabila kondisi ini terjadi terus menerus maka empedu akan menumpuk di hati dan menyebabkan kerusakan hati progresif hingga menjadi gagal hati jika tidak diobati.

Insidensi ini terjadi pada  1 dari 5.000-10.000 kelahiran di Asia Timur. Atresia bilier sedikit lebih sering ditemukan pada bayi perempuan. Apabila tanpa tatalaksana  pengobatan yang baik, maka kondisi  sebelum usia 3 tahun akan berakibat fatal.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Orang tua harus segera waspada jika bayi menunjukkan tanda-tanda dibawah ini:

  • Kuning (jaundice) yang tidak hilang setelah 2 minggu — kondisi ini ditandai dengan mata dan kulit berwarna kuning. Kuning yang berlangsung lebih dari 14 hari tidak boleh dianggap normal dan harus segera dievaluasi oleh dokter.
  • Tinja berwarna pucat atau seperti dempul (acholic stools) — Pada negara negera maju mereka melakukan screening dengan kartu warna tinja, sehingga gejala awal cepat terdeteksi.
  • Urine berwarna gelap, seperti warna air the.
  • Perut membesar karena pembesaran hati (hepatomegali), cairan dalam perut (ascites) dan limpa (splenomegali)
  • Berat badan tidak naik dengan baik meskipun bayi menyusu.

Contoh stool chart yang digunakan untuk deteksi atresia bilier

Penting: Jika bayi Anda kuning lebih dari 2 minggu setelah lahir, segera konsultasikan ke dokter. Jangan menunggu! Deteksi dini sangat penting untuk keberhasilan pengobatan.

Bagaimana Diagnosis Dibuat?

Diagnosis memerlukan beberapa pemeriksaan seperti:

  1. Pemeriksaan darah — untuk menilai fungsi hati, bilirubin direk (terkonjugasi), dan enzim hati (GGTP, AST, ALT)
  2. Ultrasonografi (USG) perut — untuk melihat struktur hati, kandung empedu, dan menyingkirkan kelainan struktural lain
  3. Intraoperative cholangiography — pemeriksaan definitif yang dilakukan saat operasi dengan menyuntikkan kontras ke saluran empedu untuk memastikan saluran empedu. Pemeriksaan ini dikerjakan oleh dokter bedah dengan pendekatan laparocopic.

 

Tampak contras masuk dari galbladder ke usus dan biliary tree
Pada gambar diatas tampak kontras mengisi gallbladder kemudian masuk ke sistem biliary tree dan mengisi usus halus. (bukan suatu atresia bilier)

Tampak kontras mask dari gallbladder dan tanya masuk ke usus saja tanpa mengisi biliary tree

Tampak kontra mengisi gallbladder kemudian hanya mengisi usus halus tanpa masuk ke sistem biliary tree. (suatu atresia bilier)

Pengobatan: Operasi Kasai (Hepatoportoenterostomy)

Satu-satunya pengobatan untuk atresia bilier adalah operasi, yang disebut prosedur Kasai atau hepatoportoenterostomy.

Apa Itu Operasi Kasai?

Operasi Kasai adalah prosedur bedah untuk mengangkat jaringan saluran empedu yang tersumbat(tidak terbentuk sempurna) dan membuat saluran baru dari usus halus agar empedu bisa mengalir dari hati langsung ke usus halus dibentuk seperti huruf Y (Roux-en-Y).

Kapan Waktu Terbaik untuk Operasi?

Waktu sangat kritis! Operasi Kasai paling disarankan  dilakukan sebelum bayi berusia 90 hari

  • Sebelum 60 hari: Tingkat keberhasilan tertinggi untuk mengalirkan empedu dan mempertahankan hati sendiri (native liver)ncbi.nlm.nih+1
  • 60-90 hari: Hasil masih bisa baik, tapi mulai menurun
  • Setelah 90 hari: Hasil lebih buruk, tapi operasi masih bisa dipertimbangkan pada kasus tertentu.

Studi terbaru menunjukkan bahwa operasi sebelum 60 hari memberikan hasil terbaik, tapi usia saja tidak boleh menjadi satu-satunya kriteria untuk menolak operasi. Oleh karena itu pentingnya mengenali gejala awal atresia bilier. Salam sehat anak anak Indonesia.

Post navigation

❮ Previous Post: Bakti Sosial Sunat Massal di Pedalaman Aceh: 43 Anak Gayo Lues Berhasil Disunat
Next Post: Mengenal Kista Duktus Koledokus (Choledochal Cyst) pada Anak: Dari Gejala hingga Tatalaksana ❯

You may also like

Digestive
Mengenal Kista Duktus Koledokus (Choledochal Cyst) pada Anak: Dari Gejala hingga Tatalaksana
August 17, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Mengenal Kista Duktus Koledokus (Choledochal Cyst) pada Anak: Dari Gejala hingga Tatalaksana
  • Mengenal Atresia Bilier
  • Bakti Sosial Sunat Massal di Pedalaman Aceh: 43 Anak Gayo Lues Berhasil Disunat

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • August 2026
  • April 2026

Categories

  • Bakti Sosial
  • Digestive
  • Hepatobilier
  • Minimal Invasive
  • Uncategorized
  • Layanan
  • Minimal Invasive
  • Colorectal
  • Neonatal Surgery
  • Upper GI Track
  • Bakti Sosial
  • Radiologi
  • Digestive

Copyright © 2026 Bedah Anak Bersama dr. Darul Ilham, Sp. B., Subsp.Ped(K).

Theme: Oceanly News by ScriptsTown